50 Tahun Menempa Generasi Qur’ani yang Berkarakter dan Holistik
"Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya, selain pendidikan yang baik."
(HR. Al-Hakim)
Galeri Sejarah Al-Furqan
Menjawab Keresahan, Memulai dari Langkah Sederhana
Perjalanan Yayasan Pendidikan Al-Furqan Jember bermula dari tekad tulus seorang tokoh, Abu Bakar Baktir. Pada awal dekade 1970-an, beliau merasakan keprihatinan mendalam melihat banyaknya orang tua muslim yang enggan menyekolahkan putra-putri mereka ke lembaga pendidikan Islam. Saat itu, sekolah Islam kerap dipandang sebelah mata—dinilai tertinggal dalam manajemen, fasilitas, hingga kualitas kompetensi lulusannya.
Berangkat dari kegelisahan tersebut, Abu Bakar Baktir bertekad mematahkan stigma negatif masyarakat. Beliau ingin membuktikan bahwa institusi pendidikan Islam mampu hadir secara modern, profesional, dan melahirkan lulusan berprestasi tanpa kehilangan jati diri akidah dan akhlakul karimah.
Sekat Daun Pisang dan Ketulusan yang Mengakar
Langkah awal ini diwujudkan bersama putri tercintanya, Hj. Nafisah Baktir, seorang lulusan Sekolah Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak (SPG TK). Pada tahun 1970, perintisan dimulai dari sebuah bangunan mushola wakaf dari paman beliau di kawasan Jalan Trunojoyo, Jember.
Dengan penuh kesederhanaan, aktivitas belajar mengajar dilaksanakan pada pagi hari. Ruang kelas kala itu hanya disekat menggunakan daun pisang, dengan peralatan seadanya yang dibeli sendiri dari pasar, serta koran bekas sebagai media belajar membaca.
Target awal pembelajaran yang dibekalkan Abu Bakar Baktir kepada putrinya adalah agar siswa mampu membaca koran atau tulisan umum, menulis, membaca Al-Qur'an, serta melaksanakan salat dengan tertib. Dimulai dengan 1 orang guru dan 5 orang murid pertama—yang sebagian besar adalah anak dan cucunya sendiri demi memastikan mutu pengajaran—mereka gigih mengenalkan Al-Furqan dari rumah ke rumah. Berkat keikhlasan, doa, dan keistiqamahan yang pantang menyerah, benih kecil itu mulai bersemi dan dipercaya oleh masyarakat luas.
Makna di Balik "Al-Furqan"
Nama Al-Furqan dipilih secara mendalam, merujuk pada salah satu nama agung Al-Qur’an yang bermakna "Pembeda antara yang haq (benar) dan yang bathil (salah)".
Nama ini menjadi ruh perjuangan lembaga untuk senantiasa menuntun generasi muda berpegang teguh pada tauhid yang murni serta syariat Al-Qur'an dan Sunnah. Dalam hal muamalah dan fiqih, Al-Furqan menanamkan sikap inklusif, toleran, dan moderat (wasathiyah). Sebagai contoh implementasi nyata, siswa diajarkan berbagai macam variasi doa sunnah, seperti ragam doa iftitah dalam salat. Hal ini bertujuan agar wawasan Islam siswa luas, luwes, dan tidak kaku, dengan tetap berpegang teguh pada tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah. Al-Furqan tidak berafiliasi pada organisasi masyarakat tertentu, melainkan berdiri independen untuk kemaslahatan seluruh umat Islam.
Jejak Langkah & Milestone Perjalanan Yayasan
Perjalanan panjang mendedikasikan diri untuk pendidikan terpadu.
1970
Perintisan TK Al-Furqan
Langkah awal pendidikan usia dini di Jalan Trunojoyo.
1971
Peresmian Yayasan
Peletakan batu fondasi legalitas dan tata kelola organisasi.
1972
Sekolah Dasar (SD)
Membuka jenjang lanjutan terpadu untuk lulusan TK.
1981
Sekolah Menengah Pertama
Memperkuat pendidikan remaja dengan integrasi akademik dan nilai kekhasan Islam.
1986
Madrasah Diniyah
Mengaji untuk Ayah Bunda, serta Siswa Siswi Umum.
1991
Koperasi
Penguatan kemandirian ekonomi yayasan dan warga sekolah.
2009
Sekolah Menengah Kejuruan
Membekali generasi muda dengan keahlian vokasi terapan.
2014
Katering
Menyediakan layanan konsumsi yang sehat, halal, dan bergizi bagi siswa dan warga sekolah.
2015
Klinik Pratama
Layanan kesehatan terpadu bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.
2017
Sekolah Menengah Atas
Penyiapan lulusan unggul berstandar global menuju perguruan tinggi terbaik.
2019
Al-Qur’an Training Center
Pusat pelatihan dan sertifikasi guru ngaji metode Ummi.
2022
Mitra Pengelola Zakat, Infaq & Shadaqah
Menghimpun dan menyalurkan dana umat untuk pemberdayaan masyarakat dan pendidikan.
2021
50 Tahun Pengabdian
Lebih dari setengah abad mendedikasikan diri untuk mencetak generasi Qur'ani yang berakhlak mulia dan berprestasi.
1970
Perintisan TK Al-Furqan
Langkah awal pendidikan usia dini di Jalan Trunojoyo.
1971
Peresmian Yayasan
Peletakan batu fondasi legalitas dan tata kelola organisasi.
1972
Sekolah Dasar (SD)
Membuka jenjang lanjutan terpadu untuk lulusan TK.
1981
Sekolah Menengah Pertama
Memperkuat pendidikan remaja dengan integrasi akademik dan nilai kekhasan Islam.
1986
Madrasah Diniyah
Mengaji untuk Ayah Bunda, serta Siswa Siswi Umum.
1991
Koperasi
Penguatan kemandirian ekonomi yayasan dan warga sekolah.
2009
Sekolah Menengah Kejuruan
Membekali generasi muda dengan keahlian vokasi terapan.
2014
Katering
Menyediakan layanan konsumsi yang sehat, halal, dan bergizi bagi siswa dan warga sekolah.
2015
Klinik Pratama
Layanan kesehatan terpadu bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.
2017
Sekolah Menengah Atas
Penyiapan lulusan unggul berstandar global menuju perguruan tinggi terbaik.
2019
Al-Qur’an Training Center
Pusat pelatihan dan sertifikasi guru ngaji metode Ummi.
2022
Mitra Pengelola Zakat, Infaq & Shadaqah
Menghimpun dan menyalurkan dana umat untuk pemberdayaan masyarakat dan pendidikan.
2021
50 Tahun Pengabdian
Lebih dari setengah abad mendedikasikan diri untuk mencetak generasi Qur'ani yang berakhlak mulia dan berprestasi.
Menatap Masa Depan dengan 4 Pilar Kekuatan
Memasuki dekade baru, Yayasan Pendidikan Al-Furqan Jember berkomitmen menjaga keseimbangan mutu melalui 4 Pilar Utama:
Peserta Didik
Fokus mencerdaskan anak bangsa yang berakhlakul karimah melalui kolaborasi antara sekolah dan rumah.
Sumber Daya Insani
Mengembangkan kompetensi pendidik dan menanamkan "ghiroh" (semangat) serta keikhlasan dalam bekerja.
Manajemen
Memastikan tata kelola sistem yang tertata untuk mendukung keberlangsungan dan kualitas layanan.
Pendanaan
Kemandirian pendanaan yang berkah dan akuntabel demi keberlanjutan program jangka panjang.
"Dengan semangat para pendiri yang tak pernah padam, kami siap menyongsong masa depan, mencetak pemimpin masa depan yang berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing global."